Ibu kota negara (IKN) dipastikan akan segera pindah ke Nusantara yang terletak pada Penajam, Paser Utara, Kalimantan Timur. Jika telah resmi pindah, bagaimana nasib DKI Jakarta? Ketua Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) DKI Jakarta, Dhani Muttaqin mengatakan, Jakarta akan meninggalkan statusnya menjadi ibu kota negara. Dapatkan rumah impian anda dengan Dp 0%.

Meski begitu, beliau meyakini Jakarta akan permanen berkembang.Riset yang dilakukan asosiasi para perencana kota (planner) itu mengungkapkan bahwa pada negara-negara yang telah melakukan pemindahan ibu kota negara atau sentra pemerintahan, terbukti ibu kota lamanya permanen berkembang maju & bertumbuh. Dia merujuk dalam Malaysia, Korea Selatan, Pakistan, Australia & negara lain yang telah melakukan pemindahan ibu kota negara. “Dari 10 tahun pertama sampai kini   semenjak pemindahan tadi, tidak terdapat ibu kota lama yang mengalami penurunan berdasarkan segi jumlah penduduk & ekonominya. Rumah murah Yogyakarta.

Semuanya sanggup bertahan, bahkan semakin bertumbuh. Dia mengatakan, terdapat beberapa alasan Jakarta diyakini akan terus tumbuh & berkembang. Pertama, lantaran Jakarta telah mempunyai basis ekonomi yang bertenaga yang ditopan oleh usaha, perdagangan juga sejumlah infrastruktur yang memadai. Beberapa eks ibu kota pada negara lain pun tidak tumbuh lantaran sebagai pusat pemerintahan. Dampak berdasarkan sektor pemerintahan terhadap perekonomian pada Jakarta selama ini hanya lebih kurang 3%-5%. Pasalnya, basis ekonomi Jakarta terbesar asal berdasarkan usaha finansial, industri, jasa, pendidikan & pariwisata.Kedua, berdasarkan sisi jumlah penduduk (populasi) Jakarta. Rumah murah Bali.

Menurut Dhani, jumlah ASN yang akan dipindah ke IKN Nusantara pada Penajam Paser diperkirakan hanya lebih kurang 500.000 orang atau lebih kurang 1 juta beserta keluarganya. Angka tadi tidak signifikan buat mengurangi jumlah penduduk Jakarta. “Basis tadi kami yakini akan relatif bertenaga sebagai struktur atau pondasi ekonomi Kota Jakarta sesudah tidak lagi sebagai Ibu kota pemerintahan. Jadi tidak akan decline (menurun), bahkan justru sanggup semakin bertumbuh,” tegas Dhani yang adalah lulusan Jurusan Teknik Planologi Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut. IAP DKI, lanjutnya, melihat akan terdapat banyak pengaruh positif berdasarkan pemindahan ibu kota ini. Langkah ini akan mengurangi beban Jakarta berdasarkan sisi kepadatan & stagnasi kemudian lintas. Kemudian tidak adanya kegiatan pemerintahan tentu bisa mendorong pemanfaatan lahan-lahan milik pemerintahan dialihfungsikan buat memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH). Rumah murah Malang.

“IAP DKI justru ingin pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur itu sebagai jalan bagi Kota Jakarta buat berbenah. Kita wajib sanggup memanfaatkan momentum terbaik ini,” ujar Dhani.Ada enam informasi penting yang perlu dibenahi. Pertama, terkait banjir perlu dilakukan pemugaran & pembangunan tanggul laut, & penataan sungai baik secara struktural atau naturalisasi.Kedua, mengurangi potensi stagnasi kemudian lintas. Dikatakan Dhani, pembangunan & pelayanan transportasi publik pada Kota Jakarta waktu ini telah on the track.

Baik pembangunan MRT, LRT, MRT Fase 2 (Tengah-Utara), MRT Fase 3 (Barat-Timur), dan penambahan koridor busway Trans Jakarta.Ketiga, pengentasan tempat kumuh. Dhani mengungkapkan, dibalik gedung-gedung pencakar langit nan megah pada Jakarta, ternyata lebih kurang 50% adalah kampung kota, & 50% kampung kota itu merupakan kampung kumuh.”Persoalan ini juga sebagai tugas tempat tinggal yang berat yang perlu kita tuntaskan pada Jakarta,” ujarnya.Isu keempat merupakan penyediaan air bersih. Saat ini, baru 60% masyarakat Jakarta yang sanggup mengakses air bersih perpipaan. Kelima, soal pengelolaan air limbah baik limbah tempat tinggal   tangga juga limbah air kotor & sampah.

Keenam, pembenahan perlu dilakukan pada hal penyediaan permukiman terutama buat warga menengah bawah baik pendekatan melalui pengembangan Transit Oriented Development (TOD) atau pembangunan hunian vertikal. “Kami yakin Jakarta tidak akan ditinggalkan oleh pemerintah sentra termasuk pada hal pembangunan infrastrukturnya, lantaran bagaimana pun Jakarta akan permanen sebagai paras sentra usaha & jasa terbesar pada Indonesia yang sebagai tolak ukur terutama bagi pelaku usaha global,” pungkas Dhani.

Sumber : detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

top