Serikat buruh di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menuntut upah minimun kabupaten/kota DIY 2023 naik menjadi hingga Rp 4 juta. Lalu seperti apa data UMK di DIY dari tahun ke tahun? Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi DIY, berikut ini data UMK di DIY dari tahun 2020 hingga 2022.

Tahun 2020

  • Kabupaten Gunungkidul: Rp 1.705.000
  • Kabupaten Kulon Progo: Rp 1.750.500
  • Kabupaten Bantul: Rp 1.790.500
  • Kabupaten Sleman: Rp 1.846.000
  • Kota Jogja: Rp 2.004.000

Tahun 2021

  • Kabupaten Gunungkidul: Rp 1.770.000
  • Kabupaten Kulon Progo: Rp 1.805.000
  • Kabupaten Bantul: Rp 1.842.460
  • Kabupaten Sleman: Rp 1.903.500
  • Kota Jogja: Rp 2.069.530

Tahun 2022

  • Kabupaten Gunungkidul: Rp 1.900.000
  • Kabupaten Kulon Progo: Rp 1.904.275
  • Kabupaten Bantul: Rp 1.916.848
  • Kabupaten Sleman: Rp 2.001.000
  • Kota Jogja: Rp 2.153.970

Buruh Tuntut UMK di DIY 2023 Rp 4 Juta

Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DI Yogyakarta menuntut kenaikan upah minimum kabupaten atau kota (UMK) 2023 sebagai Rp 3,7 juta sampai Rp 4 juta. Serikat buruh menilai kemiskinan pada Jogja semakin tinggi sebagai akibatnya kenaikan upah dievaluasi sangat penting. “Gubernur DIY tetapkan UMK 2023 sebanyak Jogja Rp 4.229.663; Sleman Rp 4.119.413; Bantul Rp 3.949.819; Gunungkidul Rp 3.407.473; Kulon Progo Rp 3.702.370,” kata Sekjen DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY yang juga tergabung pada MPBI, Irsyad Ade Irawan pada ketarangan tertulisnya.

Irsyad mengutip data BPS 2019-2021 mengenai nomor kemiskinan pada Jogja & sekitarnya terjadi peningkatan. Dia menyebut nomor kemiskinan Kota Jogja 2019 6,84 % & semakin tinggi dalam 2020 & 2021. “Kota Jogja tahun 2019 nomor kemiskinannya 6,84 %, 2020 semakin tinggi ke nomor 7,27 %, & dalam tahun 2021 sebanyak 7,64 %,” terangnya.

Respons Sultan HB X

Gubernur DIY Sri Sultan HB X sudah merespons soal tuntutan serikat buruh ini. Sultan menyebut keputusan soal kenaikan UMK DIY 2023 ada di tangan pemerintah pusat. “Bagaimana nanti kepastian dari pemerintah pusat, karena kan yang menentukan pola perhitungannya kan dari pemerintah pusat,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (27/10). Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY Aria Nugrahadi mengatakan pengumuman UMK Jogja 2023 dan sekitarnya baru akan diumumkan November mendatang. “Kalau UMP nanti akan diumumkan tanggal 21 November. Kemudian UMK 30 November persiapan kita lakukan koordinasi dengan tripartit melalui rakor tripartit, sementara itu,” terang Aria.

Sumber : detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

top