Properti merupakan salah satu instrumen investasi yang menjanjikan. Pasalnya, sektor tersebut dapat memberikan persentase keuntungan yang besar di masa depan. Rumah masa depan untuk anda Yogyakarta.

Dilansir dari laman propertyupdate.com.au, Selasa (3/8/2021), AFR Rich 200 menyebut bahwa kekayaan utama multimilinuner di seluruh dunia sebagian besar bersumber dari properti. Hal tersebut disebabkan pertumbuhan nilai properti yang tinggi sehingga kekayaannya meningkat. Namun, seperti sektor lain, instrumen investasi tersebut juga punya risiko. Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 turut menghantam sektor properti. Rumah termurah di jogja

Berdasarkan data Indonesia Property Watch (IPW) 2020, pasar dari bisnis properti sempat mengalami penurunan signifikan selama masa awal pandemi, yakni mencapai 50 persen. Baik segmen mewah maupun bawah mengalami kehancuran akibat pasar properti melesu. Bahkan, unit properti dengan harga di bawah Rp 300 juta pun juga turut mengalami penurunan penjualan. Penyebabnya beragam. Dua di antaranya adalah pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial dan penurunan daya beli masyarakat.

Dalam kondisi seperti ini, masyarakat lebih memilih untuk menahan pengeluaran daripada mengalokasikannya pada aset properti. Meski begitu, kondisi tersebut berangsur membaik dan terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang naik 3,69 persen pada 2021 ketimbang 2020. Perusahaan keuangan Moody’s menyebutkan, laporan kinerja keuangan yang mereka dapat dari sejumlah perusahaan properti berangsur membaik. Bahkan, beberapa di antaranya mulai kembali bergeliat pada kuartal II 2021. Rumah 200jt dijogja dan sekitarnya

Sejumlah insentif pemerintah Berkat tren positif yang terjadi dalam beberapa bulan belakangan, banyak pakar memprediksi bahwa peluang investasi properti pada 2022 akan semakin membaik. Diberitakan Kompas.com, Jumat (7/1/2022), perusahaan konsultan properti Colliers International Indonesia menyebut bahwa peluang investasi properti pada 2022 memberikan sinyal yang cukup baik. Hal ini ditandai dengan keberhasilan kebijakan ekonomi dan kesehatan dari pemerintah selama pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, program penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah, mulai dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga vaksinasi, dinilai membuahkan hasil. Berkat kebijakan tersebut, masyarakat dapat beraktivitas kembali. Hal ini menjadi pemicu peningkatan produktivitas masyarakat sehingga berpengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pemerintah juga memberikan sejumlah kebijakan atau insentif untuk mendorong sektor properti.

Sektor ini dipilih karena memiliki efek berganda atau multiplier effect yang mampu menggerakkan 174 industri, baik langsung maupun tidak langsung. Kebijakan tersebut meliputi insentif Pajak Pertambahan Nilai yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk hunian di bawah Rp 2 miliar pada 2021. Pemerintah juga memberikan insentif PPN DTP sebesar 50 persen untuk hunian dengan harga Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar untuk rumah tapak dan rumah susun (rusun) baru. Hal tersebut terbukti ampuh. Kinerja sektor properti terkerek 3,42 persen pada kuartal III 2021.

Karena efektif, pemerintah pun memperpanjang kebijakan insentif properti hingga September 2022. Lihat Foto Kebijakan itu juga kembali menjadi bagian dari program Penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) 2022 yang fokus pada penciptaan lapangan kerja. Pada tahun ini, pemerintah memberikan insentif PPN DTP sebesar 50 persen untuk hunian seharga maksimal Rp 2 miliar dan 25 persen untuk hunian seharga Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar. Selain potongan pajak di sektor properti, pemerintah juga memberikan sejumlah insentif kepada sektor perbankan. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, kombinasi yang baik antara sektor properti dan perbankan diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Basis pemulihan ekonomi nasional itu, antara lain, didorong melalui sektor properti, seperti pembangunan rumah. Pemerintah akan memberikan tambahan insentif pajak, kemudian perbankan memberikan pembiayaan karena demand untuk sektor properti sudah mulai muncul,” ujar Suahasil, seperti dikutip dari laman kemenkeu.go.id, Kamis (17/2/2022). Investasi lewat produk Sinar Mas Land Sejumlah insentif yang diberikan pemerintah menjadi daya tarik bagi investor untuk membenamkan dana di sektor properti.

Pasalnya, sektor ini dapat menjanjikan return of investment (ROI) yang baik. Oleh karena itu, selama kebijakan insentif PPN DTP masih berlaku, sektor properti dapat menjadi pilihan instrumen bagi Anda yang ingin berinvestasi. Anda dapat berinvestasi dengan membeli produk hunian dari pengembang tepercaya, seperti Sinar Mas Land. Apalagi, Sinar Mas Land tengah mengadakan promo Double Dream yang berlangsung dari 22 Februari hingga 30 Juni 2022.

Lewat promo tersebut, pelanggan yang membeli produk hunian dari Sinar Mas Land berkesempatan mendapatkan grand prize menarik berupa satu unit Apartemen Southgate Altuera tipe studio. Tak hanya itu, Anda juga berkesempatan untuk mendapatkan promo tambahan melalui program Save Up to 22 persen+6 persen+insentif PPN. Semua promo tersebut bisa Anda dapatkan dengan melakukan pembelian melalui sejumlah bank yang bekerja sama dengan Sinar Mas Land, seperti Mandiri, CIMB Niaga, Permata Bank, Maybank, BCA, BNI, BTN, UOB, Danamon, OCBC, dan Commonwealth.

Berinvestasi melalui produk hunian dari Sinar Mas Land, Anda berkesempatan mendapatkan double benefits, double rewards, dan double savings. Kapan lagi beli properti bisa mendapatkan hadiah apartemen.

Sumber : KOMPAS.com 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

top