Pengamat Properti Anton Sitorus mengatakan, industri properti akan mengalami pertumbuhan pada tahun depan, terutama pada sektor logistik dan residensial. Hal ini menyusul dari optimisme pertumbuhan ekonomi nasional pada kisaran 5 persen akan mengerek sentimen positif pada industri properti.

“Pemulihan ekonomi yang sudah mulai terjadi pada tahun ini. Saya pikir juga masih akan terus berlanjut,” kata Anton dalam rilis, Selasa (27/12/2022). Hal ini dapat dibuktikan dari catatan Bank Indonesia (BI) yang turut menorehkan kredit pemilikan rumah dan kredit pemilikan apartemen (KPR/KPA) dalam tren positif dengan pertumbuhan 8 persen secara tahunan. Sementara secara kuartalan, bank sentral melaporkan, pada Kuartal III-2022 pertumbuhan mencapai 3,27 persen.

Kenaikan ini menjadi yang tertinggi sejak tahun 2020, atau setelah kondisi Pandemi Covid-19. Sementara itu, merujuk pada laporan Rumah.com Indonesia Property Market Report Q3 2022, permintaan terhadap apartemen juga tercatat tumbuh tinggi sebesar 12,4 persen secara kuartalan. Namun, belum diiringi pertumbuhan pasokan yang tumbuh 3 persen secara kuartalan. Sedangkan, indeks harga justru terkontraksi 0,5 persen secara kuartalan.

Anton menjelaskan, keseimbangan antara pasokan, harga, dan permintaan saat ini memang menjadi tantangan para pengembang apartemen kini hingga tahun depan. Para pengembang yang dapat mengatasi tantangan ini niscaya dapat mendorong dan mendapatkan respons positif dari pasar. “Pengembang perlu terus berinovasi dan kreatif.

(Sebab), Jabodetabek memiliki sekitar 30 juta penduduk.” lanjut Anton. Apabila pengembang dapat menghasilkan pasokan apartemen dalam jumlah banyak di tengah permintaan yang tinggi dengan harga yang terjangkau, hal ini dipastikan sudah akan ramai.

Sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

top