Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengaku harga material bahan bangunan waktu ini terus mengalami kenaikan. Menurutnya, adanya kenaikan material bangunan sangat membebani para pengembang perumahan subsidi bila tidak diiringi menggunakan kenaikan harga tempat tinggal. “Jadi pengembang telah enggak kuat, lantaran bahan material itu naik harganya, misal material besi itu menurut Rp 6.500 kini telah Rp 14.000. Lantaran itu harga tempat tinggal subsidi pun wajib disesuaikan,”. Rumah paling murah di Yogyakarta.

Kenaikan bahan material tersebut, tentu akan berdampak dalam kenaikan harga tempat tinggal subsidi sebanyak 7 % yang sudah disepakati oleh Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR). Sebelumnya REI justru mengusulkan kenaikan harga tempat tinggal   subsidi mencapai 10 % hingga 15 %. “Kami usulkan itu kenaikan 10 % hingga 15 %, akan tetapi yang disepakati oleh Kementerian PUPR itu 7 %,” ucap dia. Totok menyebut, kenaikan harga tempat tinggal subsidi diperkirakan akan terjadi dalam pertengahan tahun 2022.  

Saat ini, masih menunggu persetujuan Kementerian Keuangan (Kementrian keuangan). “Tinggal menunggu persetujuan menurut Kementrian keuangan, buat bebas PPN-nya, buat kenaikan itu diperkirakan Juni 2022,” imbuhnya. Selain tempat tinggal subsidi, kenaikan harga juga akan terjadi dalam segmen tempat tinggal non-subsidi. Hanya, besaran kenaikannya tergantung pasar.

“Rumah non-subsidi juga akan naik, hanya naiknya berapa % itu tergantung pasarnya nanti misalnya apa,” istilah dia. Berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) No 242/KPTS/M/2020, berikut besaran harga tempat tinggal subsidi dari daerah waktu ini:

  1. Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Sumatera Kecuali (Kepri, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai): Rp 150.500.000
  2. Kalimantan Kecuali (kab Murung Raya dan Mahakam Ulu): Rp 164.500.000
  3. Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai dan Kepri (kecuali kepulauan Anambas): Rp 156.500.000
  4. Maluku, Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara, Jabodetabek, Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Mahakam Ulu: Rp 168.000.000
  5. Papua dan Papua Barat: Rp 219.000.000

Jika naik 7 persen maka diperkirakan harga rumah subsidi akan menjadi sebagai berikut:

  • Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Sumatera Kecuali (Kepri, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai): Rp 161.035.000
  • Kalimantan Kecuali (kab Murung Raya dan Mahakam Ulu): Rp 176.015.000
  • Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai dan Kepri (kecuali kepulauan Anambas): Rp 167.455.000
  • Maluku, Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara, Jabodetabek, Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Mahakam Ulu: Rp 179.760.000
  • Papua dan Papua Barat: Rp 234.330.000.

Sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

top