Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (kemenkeu) Rionald Silaban melaporkan sepanjang tahun 2010 sampai 2021, sebesar 943.000 unit KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi warga berpenghasilan rendah (MBR) dibangun menggunakan total aturan Rp. 75,17 triliun. Rumah paling murah di Yogyakarta

Menurutnya, capaian tadi adalah output kerja keras seluruh pihak termasuk para pelaku industri perumahan, Bank Pembangunan Daerah (BPD) pada semua daerah Indonesia. “Sepanjang tahun 2010 sampai 2021, total 943.000 unit tempat tinggal subsidi sudah dibangun menggunakan aturan Rp. 75,17 triliun. Tentu kami berterima kasih pada semua pihak yang sudah berkontribusi pada upaya memenuhi. Rumah paling murah di Malang

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Dan Perumahan, Kementrian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengatakan, waktu ini penyediaan perumahan dihadapkan dalam tantangan yang akbar buat merampungkan 12,7 juta backlog tempat tinggal tangga, yang terus bertambah sebanyak 680.000 tempat tinggal tangga setiap tahunnya.

“Selain kepemilikan tempat tinggal, masih sebagai tugas kita beserta buat mewujudkan sasaran RPJMN pada peningkatan jumlah tempat tinggal layak tinggal berdasarkan yang waktu ini baru dalam nomor 56,75 % sebagai 70 % pada tahun 2024 atau setara menggunakan 11 juta tempat tinggal tangga,” istilah Herry. Lantaran itu, eksistensi Bank Pembangunan Daerah (BPD) juga berperan sangat penting buat memenuhi sasaran pembiayaan perumahan yang sudah ditetapkan. BPD juga sebagai pendukung primer pada mempermudah akses warga, khususnya yang berpenghasilan rendah & informal buat mempunyai tempat tinggal layak tinggal. Rumah paling murah di Bali

“Dengan keterlibatan BPD dibutuhkan bisa meningkatkan kecepatan penyelesaian backlog tempat tinggal tangga juga tempat tinggal tidak layak tinggal yang sebagai sasaran kita beserta,” ucap Herry. Herry memaparkan, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan KPR Perbankan terus membaik semenjak akhir tahun 2020. Bahkan, dalam Februari 2022, pertumbuhan KPR perbankan nasional mencapai 10,2 % year-on-year. “Pencapaian tadi tentu tidak terlepas berdasarkan peran BPD.

Hingga waktu ini, total penyaluran KPR FLPP oleh BPD berhasil mencapai 67.273 unit, atau senilai Rp. 7,4 triliun,” imbuhnya. Diketahui, Kementerian Keuangan sudah mengalirkan Penyertaan Modal Negara (PNM) tahun 2021 pada PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF sebanyak Rp. 2,25 triliun buat mendukung Program KPR FLPP.

Dana PMN tadi lalu campur menggunakan dana SMF yang bersumber berdasarkan penerbitan surat utang korporasi pada pasar modal, yang lalu semua dananya dipakai buat mendukung sasaran acara KPR Subsidi FLPP Pemerintah. Selanjutnya, dalam tahun 2022 acara KPR FLPP ditargetkan mencapai 200.000 unit tempat tinggal menggunakan aturan mencapai Rp. 23 triliun.

Sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

top