Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menyiapkan cara lain jalur otoped buat kepentingan wisata yaitu pada Kawasan Kota baru.  Hal itu sejalan menggunakan upaya pengembangan daerah cagar budaya pada daerah tadi menjadi tujuan wisata. “Sudah terdapat jalur cara lain yang disiapkan & kini pada proses kajian beserta menggunakan instansi terkait. Rumah murah Yogyakarta.

Jalur ini dievaluasi relatif kondusif, baik buat wisatawan yang mengendarai otoped juga pengguna jalan lain”. Menurutnya, jalur yang disiapkan relatif tidak banyak dilintasi tunggangan bermotor sebagai akibatnya relatif kondusif bila terdapat tambahan jalur spesifik buat pengguna otoped.

Jalur akan dibentuk melingkar, salah satunya melewati jalan yang dipenuhi toko bunga. “Setelah terdapat embargo operasi otoped pada Tugu sampai Malioboro, maka kami segera mencari jalur alternatifnya. Maka kami usulkan pada daerah Kota baru,”imbuh Wahyu. Wahyu berharap menggunakan jalur spesifik & dilengkapi banyak sekali pengaman ini wisatawan permanen bisa memakai otoped menggunakan kondusif & tidak membahayakan pengguna jalan lain dan tidak lagi ada keluhan berdasarkan pengguna jalan. Rumah Paling murah di Yogyakarta.

Sejumlah titik menarik pada daerah Kotabaru, misalnya bangunan berarsitektur Indies, gereja, & masjid bersejarah, dan museum akan sebagai daya tarik daerah. Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyampaikan daerah Kota baru mempunyai karakter yang dievaluasi memenuhi kondisi jika dilengkapi menggunakan jalur spesifik otoped. “Saya kira, telah terdapat rendezvous menggunakan beberapa pengelola yang menyewakan otoped listrik supaya aktivitas ini mampu dilakukan menggunakan kondusif, nyaman, & tidak saling mengganggu pengguna jalan lain,” ucap dia. Rumah dengan Dp 0 % dan termurah di Yogyakarta.

Keberadaan penyewaan otoped listrik buat wisatawan dievaluasi sebagai salah satu daya tarik buat mendatangkan wisatawan ke sebuah daerah. Heroe menyebut, pemkot Yogyakarta berusaha buat terus membuatkan daerah Kota baru menjadi tujuan wisatawan lantaran daerah cagar budaya tadi mempunyai potensi yang relatif baik. “Ada poly bisnis kreatif yang berkembang pada daerah tadi, contohnya toko oleh-oleh, kafe, masakan & lainnya. Semua berkembang alami sesuai karakter daerah,” pungkasnya.

Sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

top