Belum semua rumah tangga di Indonesia mempunyai tempat tinggal dengan status kepemilikan sendiri. Artinya, masih sewa atau ngontrak. Rumah murah di Jogja.

Potret ini tertuang dalam publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul Statistik Indonesia 2022. Salah satunya menyajikan data tentang perumahan dan lingkungan. Di dalamnya juga terungkap data tentang distribusi persentase rumah tangga menurut provinsi dan status penguasaan bangunan tempat tinggal pada tahun 2021. Rumah 200 jt di Jogja.

Merujuk publikasi tersebut, terdapat tiga kategori status kepemilikan yang masuk dalam pencacahan. Yakni milik sendiri, kontrak, dan lainnya. Status bangunan tempat tinggal milik sendiri diartikan rumah yang dibeli secara angsuran melalui kredit bank atau rumah dengan status sewa beli dianggap rumah milik sendiri.

Kemudian untuk kontrak atau sewa sudah jelas maksudnya. Namun untuk kategori lainnya tidak dijelaskan definisinya. Adapun secara keseluruhan di Indonesia terdapat sebanyak 81,08 persen keluarga yang status rumahnya milik sendiri. Sedangkan rumah tangga dengan status bangunan kontrak ada 8,66 persen. Rumah paling murah di Jogja.

Sementara sisa 10,26 persen termasuk dalam kategori lainnya. Fokus pada status kepemilikan tempat tinggal milik sendiri, rumah tangga di Provinsi Jawa Tengah mencatat persentase terbanyak senilai 89,92 persen. Sementara untuk provinsi dengan perolehan paling sedikit ialah DKI Jakarta. Hanya ada 48,48 persen rumah tangga yang status penguasaan bangunan tempat tinggalnya milik sendiri.

 Dengan kondisi itu, DKI Jakarta pun mencatat persentase terbanyak keluarga yang status kepemilikan rumahnya ngontrak yaitu sebanyak 34,63 persen. Di sisi lain, Sulawesi Barat hanya ada 1,41 persen rumah tangga yang status penguasaan tempat tinggalnya berupa kontrak.

Sumber : KOMPAS.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

top