PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan tidak terdapat kenaikan harga tiket kereta barah yang signifikan dalam masa angkutan pulang kampung Lebaran 2022. Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta Eva Chairunisa menjelaskan, harga tiket KA jeda jauh akan lebih murah bila dibeli dalam jauh hari. Dijelaskan, harga tiket pula niscaya akan sesuai & tidak melebihi tarif batas atas (TBA) & tarif batas bawah (TBB). Rumah paling murah di Yogyakarta.

“Sudah terdapat kebijakannya sendiri, tarif batas atasnya itu berapa kita tidak boleh melebihi. Itu pada internalnya, ialah tidak terdapat yang tidak sesuai aturan,”. Hal yang sama pula terjadi pada luar masa angkutan Lebaran, sebagai akibatnya semakin dekat menggunakan hari keberangkatan, maka akan semakin mahal harga tiketnya. “Tapi tidak terjadi peningkatan harga, tidak terdapat peningkatan harga tiket yang signifikan. Kalau penumpang membatalkan tiketnya itu kena rabat 25 persen,” istilah Eva. Rumah dan Villa paling murah di Bali.

Selain itu, Eva turut berpesan supaya pengguna jasa memperhatikan persyaratan & ketentuan yang wajib dipenuhi supaya tidak merugi, khususnya dalam waktu akan membeli tiket. “Jadi kan sebelum kita membeli tiket itu kan terdapat kondisi & ketentuan, nah itu jangan eksklusif di klik akan tetapi dibaca dulu agar nanti dalam waktu akan berangkat itu telah paham apa saja yang akan dipersiapkan,” tambahnya. Sangat disayangkan bila kereta telah akan berangkat sedangkan persyaratan penumpang belum lengkap. Rumah paling murah di Malang.

Sehingga, waktu calon penumpang batal naik kereta sesuai menggunakan jadwal dalam tiket yang dibeli, belum tentu mereka akan memperoleh tiket dalam hari lain lantaran permintaan yang sangat padat.Jelasnya, persyaratan-persyaratan bepergian KA waktu pandemi sangatlah dinamis, mengikuti perkembangan pengendalian Covid-19. “Sebagai model buat waktu ini yang berlaku mulai 5 April kemarin. Kemudian keluar lagi pada addendum SE 49 lagi. Jadi yang berlaku waktu ini, bagi yang telah vaksin 3 kali, mampu tidak menunjukkan Antigen atau PCR,” ujar Eva.

Tetapi dikatakan bagi yang divaksin 2 kali, harus menunjukkan antigen atau PCR,” Eva balik menjelaskan. Sementara, bagi calon penumpang mendapat satu takaran vaksin atau yang belum divaksin sama sekali, maka harus menunjukkan output tes PCR. Hasil tes Antigen tidak berlaku. Menurut Eva, disparitas tadi yang wajib diwaspadai oleh calon penumpang supaya tidak keliru paham & membatalkan bepergian mereka.

Kemudian buat anak umur 6-17 tahun yang telah divaksin 2 kali, tidak diharuskan membawa kabar Antigen atau PCR. “Nah akan tetapi jika beliau baru vaksin satu kali, permanen wajib membawa surat kabar PCR. Dan jika pada bawah 6 tahun itu beliau tidak diharuskan membawa kabar antigen atau PCR,”.

Sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

top