Head of Agent Account Management Pinhome, Verlita Panca Satria mengungkapkan majemuk tantangan pada membeli properti, misalnya rumah. Mulai menurut tahap pencarian, membeli rumah, memilih tujuan membeli properti, preferensi menentukan properti bila budget terbatas, tipe-tipe properti & tipenya, kelebihan & kekurangan investasi properti, dan memilih budget properti dari kemampuan. Rumah murah Yogyakarta.

“Setidaknya terdapat empat tantangan pada membeli rumah, yakni pekerjaan permanen pendapatan permanen, lokasi, gaya hidup, pola pikir,” Pertimbangan primer ketika menentukan properti, dari beliau, merupakan lokasi. “Biasanya kalau lokasi telah cocok, dekat akses transportasi, harga jadi angka dua.” Rumah dan Villa murah Bali.

Hanya saja, beliau melanjutkan, jika lokasinya strategis, maka biasanya harga properti tadi pula tinggi. Kemudian pertimbangan gaya hayati. Tak sedikit orang yang memanfaatkan pendapatan atau honor mereka buat memenuhi kebutuhan gaya hidup ketimbang menabung. Kaum muda sekarang, Panca Satria melanjutkan, mempunyai pola pikir yang berbeda, terutama bagi yang telah bekerja. “Harga atau nilai properti pasti naik terus, sedangkan honor belum tentu. Maka wajib menabung & instrumen investasi paling kondusif merupakan properti,” ucapnya. Rumah murah Malang.

Soal tujuan membeli properti, Panca membaginya sebagai tiga. Pertama, menjadi tempat tinggal, baik sendiri juga beserta keluarga; kedua, buat investasi; ketiga, sebagai hunian ad interim atau hunian permanen. Dalam menentukan properti, Panca Satria menyarankan pentingnya memilih prioritas, terlebih bila budget terbatas. Ada banyak faktor yang mempengaruhi keputusan pemilihan properti & sering kali calon pembeli wajib menentukan salah satu & mengorbankan aspek lainnya.

“Pertama, lokasi. Lebih mementingkan kedekatan properti menggunakan tempat-tempat yang sering dituju,” istilah Panca Satria. Kedua, luas tanah atau bangunan. apabila aturan terbatas, prioritaskan luas tanah atau bangunan buat mengakomodasi kebutuhan ruang yang lebih besar. Ketiga, fasilitas generik pada area properti yang menunjang kebersihan, keamanan, & hiburan.

Keempat merupakan aksesibilitas. Pertimbangan utamanya, apakah wahana transportasi menunjang gerak ke tempat kerja atau fasilitas yang sering dikunjungi. “Tidak perkara menggunakan lokasi, asalkan tersedia transportasi generik atau jalan tol menuju area yang sering dikunjungi,” ucapnya. Kelima, faktor lingkungan. Tak hanya lingkungan sosial, namun pula ruang terbuka hijau, komunitas, & interaksi menggunakan tetangga yang rukun. Menurut Panca, pilihan tadi mampu diperoleh pada sebuah hunian menggunakan aturan terbatas, asalkan riset menggunakan teliti.

Sumber : tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

top